Minggu, 22 Januari 2012
Catatan Kecil Pemagangan di Dresden, Jerman
Catatan Kunjungan Bapak BJ Habibie ke Garuda Indonesia (oleh : Capt Novianto Herupratomo)
My QR code
buat kamu-kamu yang punya smartphone. Blackberry, android, iPhone, dsb. Silakan cek QR code saya diatas. Save ya!
kalo kamu mau buat QR code yang sama. Bisa untuk menyimpan link, text, not telp, atau apapun bisa klik disini ya : http://qrcode.kaywa.com/
Sabtu, 21 Januari 2012
Interesting quotes on Synergy & Team:
Postingan ini saya forward dari email pak kris (ks@bic.web.id), direktur BIC.
__________
Buchholz and Roth:
Synergism is the simultaneous actions of separate entities
which together have greater total effect
than the sum of their individual effects.
Mark Twain:
Synergy — the bonus that is achieved when things work together harmoniously.
Douglas McGregor:
Most teams aren't teams at all
but merely collections of individual relationships with the boss.
Each individual vying with the others for power, prestige and position.
Stephen Covey:
Synergy is the highest activity of life;
it creates new untapped alternatives;
it values and exploits the mental, emotional,
and psychological differences between people.
Robert Yates:
It is amazing what can be accomplished
when nobody cares about who gets the credit.
Barbara Glacel & Emile Robert Jr.:
A team is more than a collection of people.
It is a process of give and take.
--
Business Innovation Center (BIC)
t. +62 21 44 242 558 (HI BIC JKT)
f. +62 21 44 242 462 (HI BIC INA)
e. info@bic.web.id
Just Checkd
Postingan ini dikirmkan melalui email.
salam inovasi!
--
Febby Ariawiyana
aria@bic.web.id
+6285695502675
Intermediator Teknologi
Business Innovation Center (BIC)
t. +62 21 44 242 558 (HI BIC JKT)
f. +62 21 44 242 462 (HI BIC INA)
e. info@bic.web.id
http://www.bic.web.id
Vanilla Twilight - Owl City
The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere
'Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
'Cause I wish you were here
I'll watch the night turn light-blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly
The silence isn't so bad
'Til I look at my hands and feel sad
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly
I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
'Cause cold nostalgia
Chills me to the bone
But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don't feel so alone
I don't feel so alone, I don't feel so alone
As many times as I blink
I'll think of you tonight
I'll think of you tonight
When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again
And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I'd whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here
(From: http://www.elyrics.net/read/o/owl-city-lyrics/vanilla-twilight-lyrics.html)
----
PS :
saya sebelumnya sudah tau lagu ini dari radio-radio maupun acara TV yang memutarnya sebagai backsound. Tapi saya baru benar-benar tahu kalau lagu ini adalah ost. dari salah satu triller paling digandrungi anak muda
Terimakasih untuk puput (adiknya Riris, yang ngirimin bluetooth ke saya kali pertama, dan ngasih video unyu lagu ini dengan liriknya. Sekarang saya jatuh cinta dengan lagu2 nya OWl City. hehe
Mac Ad - Think Different
Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. While some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world... are the ones who do. - Apple Inc.
Tranlasi bahasa Indonesia (dalam biografi "SteveJobs", hlm. 409)
Bersulang untuk mereka yang gila. Lain. Tukang berontak. Biang onar. Aneh sendiri. Yang berpandangan beda. Yang tidak suka aturan. Yang anti-kemapanan. Silakan mencontoh mereka, bantah mereka, puji atau caci mereka. Tetapi jangan abaikan mereka. Karena merekalah agen perubahan. Merekalah yang memajukan umat manusia. Meski kata orang mereka gila, geniuslah yang kami lihat. Karena si gila yang yakin bisa mengubah dunia... bisa mengubah apa saja
Selasa, 10 Januari 2012
Wonocolo gang modim
Di depan rumah ini terhampar halaman luas, yang rencana kedepannya akan dibuat bangunan, kata ayah rifan. Bangunan depan dan menyatu dengan bangunan yg ada saat ini. Pantas saja sudah teronggok batu batu gunung khas untuk pondasi dan coran didekat pagar masuk. Juga ada genting genting merah yg tersusun menumpuk, dibiarkan kehujanan tanpa terpal.
Memang rada unik sih bangunan yg saya tempati sebagai tempat berbaring dan menggalau *eh. Pasalnya begitu masuk. Didepan, dua kamar mandi/WC berlokasi bersebelahan, sukuran 3x2m. Berbentuk letter dari luar. Dua didepan berupa WC tadi dan tiga disisi lain adalah kamar-kamar berukuran 3x3m. Dan kamar yang saya tempati berada di ujung paling kiri dari bangunan ini.
Sebenarnya ada slot kecil berupa meja beton yg dipasang letter L di siku antara kamar mandi dan kamar ujung kanan yang bisa dipakai untuk dapur. Untuk meletakkan kompor dan rupa perlengkapan dapur lainnya. Tapi untuk saat ini dibiarkan kosong saja. Selain saya biasa untuk menaroh satu mangkuk, dua piring, dua sendok, satu garpu, dan gelas--perlengkapan awal yg saya punya untuk saat ini. Hihi
Begitu kali pertama menjejak dengan dua ransel dan satu travelling bag. Kamar yg akan saya tempati sudah ada lampu, gorden merah jambu (saya ulangi, merah jambu :-*) menggantung hingga menutup lubang angin atas tapi tanpa 'kawat nyamuk', sebuah tempat tidur + kasurnya dengan ukuran 2x2 ( yg ternyata disusun dari dua kasur kapok 2x1m). Semua tampak sudah siap. Tapi lantaran, tidak dipakai, lazim adanya debu-debu yg menempel di lantai dan sarang laba2 di langit2 juga nyamuk2 dikolong2nya.
Sekitar dua jam beberes. Nyapu, ngepel, menjemur kasur dan bantal2, merendam seprei2nya, membilas lantai dan bak kamar mandinya. Siang yang cerah [dan panas khas surabaya]. Suguhan siang itu soto suroboyo khas buatan ibunya rifan pas banget.
Satu dari tiga itu nantinya akan dibuat ruang kerja tim. Lanjut rifan. Sambil menunjuk ruang kosong di ujung sebelah kanan dekat dapur itu. Rencananya akan ada meja komputer dan kursi-kursi [mungkin jg karpet]. Oleh karenanya kamar kosong itu saya biarkan kosong tidak dipakai. Ruang disebelahnya yang juga ruang tengah bangunan ini. Saya hamparkan sajadah untuk sholat [ untk solat sunah dan klo gak keburu berjamaah dimasjid. He]
Sore, 31 desember 2011. Hujan sedemikian lebatnya. Yang konon katanya malam di hari itu akan jadi malam pergantian tahun dan sudah ramai berita dimana2 di kota2 lain. Ancaman hujan terhadap pesta2 kembang api yg direncanakan itu. Dan, hujan masih sedemikian derasnya hingga magrib menjelang. Saya sih masih asyik aja bercericit, berbagi kegalauan di twitter. Hingga.. Saya dapati halaman depan kamar yang beraneka rupa rumput teki dan lalang ini menjadi kubangan sedalam mata kaki. Dan diluar sana, anak anak sudah hingar berteriak yang saya lihat dari kejauhan di kamar. Rupanya mereka asyik berjalan jalan di jalanan gang yang mendadak jadi kolam seukuran betis orang dewasa atau 25-30 cm. Dan lagi, dua rumah sebelah kosan saya airnya masuk kedalam rumah. Malang sekali mereka. Saya keluar rumah untk sholat maghrib berjamaah. "ini banjir yg pertama selama saya tinggal disini" begitu seluroh ibunda rifan. Saat kami makan malam, yang lauknya masih soto surabaya khas.
Wow! Untuk kali pertamanya saya datang kesini dan banjir *ngayal klenik. Tapi saya gak bawa apa2 kesini. Yaiyalah secara, keluarga rifan sudah belasan tahun disini. Dan ini terjadi di akhir 2011 jelang 2012. *kemudian hening
Jarak kosan saya (baca: rumahnya rifan yg pinjamkan ke saya) dan.rumah rifan terpaut empat rumah. Yang katanya rumah-rumah diantara masih ada hubungan alias sodaraan. Tepat didepan kosan terdapat semacam pengepul barang bekas rongkosan. Mulai dari plastik, kertas, ban dalem sampe sepeda bekas/besi tua. Campur2 disana. Yang pada banjir lalu itu, khawatir kalo-kalo sampah2 besi tuanya. Menciderai pejalan kaki atau motor yg dipaksa menerabas. Dipaksa karena boleh jadi muda-mudi saat itu ingin merayakan mlm tahun baru yg juga satnight. Kemudian jarak kosan ke masjid terdekat hanya berselisih 12 rumah. Tapi saya sering terlambat sholat disini. Lantaran biasa di kampus, ipb, atau di rumah, tigaraksa, bada adzan ada selisih 15 menit sebelum iqomat. *ngeles hehe.
Nama jalan ini gang modim. Entah apa artinya. Kalau di djakarta doeloe say pernah tinggal ada namanya gang haji sanip, haji ali, sampe haji mansyur. Lantaran mereka-mereka tuan tanah disana waktu sekaligus tokoh. Di gang ini juga ada pesantren mahasisma. Semacam al inayah dan al iffah di ipb yg masyhur itu. Santri/wati nya adalah juga mahasiswa IAIN surabaya [masih IAIN bukan UIN]. Sehingga penampilannya pun, untuk akhwat, berkerudung sedada dan banyak juga yang bergamis, amat sedikit disini yang memakai jeans pencil dan maaf u can see jilbabnya. Maka dari itu, mereka tampak manis dan *plokk udah keburu digampar gw. He. *Sabar2, sebentar lagi ada yg lebih manis kok, gula jawa. *opoo
_____
Inilah sekilas info. Ngisi waktu sore2 ngegaje di kosan. Sambil mulut tetep ngunyah penganan dari magetan, kue carang mas, ubi jalar yang diiris tipis2 dan dibuat sedemikian rupa dengan gula merah sebagai perekatnya mmbentuk bulatan. He
10 jan 12 / 16.32
Minggu, 08 Januari 2012
#everydayisholiday
Lama tak bersua dan menyapa. Saat menuliskan ini, saya berada di po. Mira, bus solo - surabaya. Barusan banget naek dari terminal maospati, magetan.
Sambil juga mendengarkan 'musisi jalanan' ini mendendang 'alamat palsu'.
Jadi saya pengin bercerita tentang judul tulisan ini. Yup, hari-hari penuh liburan *ahaii.. Bukan maksud untk pamer-pameran. Tapi saya anggap, pekerjaan saya seperi liburan. Jalan-jalan, lihat-lihat, makan-makan, tulis-tulis. Jenis pekerjaan yg amar saya syukuri ini--meskipun tidak pernah sebelumnya untk masuk dalam jenis profeai yg baru kali ada di indonesia. He.
Djuanda
Sehari setelah natal, 26 desember 2011, senin. Untk kali pertama jua. Ibu mengantarkan sampai pintu terminal 1A bandara soetta. Perjalanan domestik pertama dengan pesawat pasca dari germany beberapa pekan sebelumnya. Kali pertama juga bepergian sendirian. Klo biasanya rame2. Saya akan terbang ke surabaya dengan pesawat lion air yg dijadwalkan pk. 09.10 . Sudah pukul 08.00 saya tiba, cek in, menunggu.
Memandangi jakarta di ketinggian sekitar 4000 kaki itu #keren. Lalu bertambah tinggi dan berselimut awan hingga tak ada pemandangan "maket" itu. Persis sekali seperti memandangi googlemap versi live.
Tidak jua ngantuk, tapi mata ini harus dipejam. Duduk persis jndela, dpat memandangi pergerakan dinamis sayap pesawat itu #keren. Hingga saru jam 30 menit. Pesawat akan mendarat. Entah kenapa bisa begitu lama. 10.40 dijadwalkan sudah medarat di djuanda, surabaya.
Bandara djuanda saya pikir tidak lebih besar dari soeltan syarif kasim II, pekanbru, riau. Keduanya juga berpredikat " bandara internasional". Dengan ringannya, hnya tas gemblok Rei di punggung. Berjalan masuk koridor. Dan cerita yang sudah lama didengar tentang surabaya ini terbukti. Puanaasse reekk terasa. He.
Saya hanya membawa dua tas di bagasi yang berukuran sedang.-- Awalnya ingin membawa koper lemari yang kemarin dibawa ke jerman. Lantaran satu rodanya lepas. Maka batal rencana itu.-- sedapat mungkin berisi perlengkapan survival untuk satu bulan ke depan dengan tas itu.
Sambil mendorong troli menghadapkan arah pintu keluar. Melihat-lihat sekitar. Tepat di depan pintu keluar. Terdapat sebuah loket bluebird taxi--yg kata bapak saya, yg pernah bolak-balik k srbaya ini--taxi di djuanda ini harus lewat loket resmi. Maka saya katakan saja,
"ke rungkut mas" sambil saya lihat alamat lengkapnya yg pernah dikirim riris via sms "rungkut asri utara"
Petugas itu melihat semacam buku besar sambil mengingat-ingat, lokasi tersebut masih dalam zona A katanya. " 95 ribu mas"
Tidak ada tawar - menawar, harga pas. Berangkat. Ternyata bukan taxi sedan dengan warna biru khas bluebird. Mobil yg saya tumpabgi ini avanza metal, tentu tanpa argo didalamnya. Petugas di bandara memberikan semacam surat jalan kepada sopir tsb. Dan kami pun meluncur.
Tiga puluh menit hingga sampai rungkut. Tidak macet memang tapi ramai dngan kendaraan pribadi yg didominasi motor. Belakangan saya tahu, angkutan massal di surabaya ini minim atau dibuat sedikit di jalan-jalan.
Dan tiba jua didepan rumah berpagar tinggi seperti tertulis di sms. Rungkut asri utara II no. 5. Dua rumah sebelah alfamart,tidak jauh dari pasar tradisional dan kecamatan rungkut.
Welcome surabaya. Im here!
26des 2011 pk. 12.30

