Tampilkan postingan dengan label dresden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dresden. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Dreams Dont Turn to Dust



video yutub diatas adalah pengalaman kami (saya dan tim internship) saat berada di Dresden, Germany selama bulan November 2011. Untuk melakukan internship (pemagangan) di TU-Dresden. Pada Jumat, 18 November 2011. Mr. Sven Schellin, supervisor kami, setelah pulang dari mengunjungi Waste Management Centre milik TU-Dresden. Secara mengejutkan, beliau mengajak kami untuk bertualang ke Saxony-Swizz.

Kami tidak ada persiapan khusus sebelumnya. Kami kira seharian akan ada di ruang kelas atau mengunjungi pusat inkubasi dan yg terkait. Sayangnya, tim kami tidak lengkat. Salah satu rekan saya, Mba (drh.) Intan Sutarto, sedang menjalani pemagangan di tempat lain. Terkait Animal Medicine and Welfare, selama satu pekan. Dan, tentu saja, kami merahasikan kegiatan ini sampai kami tiba di hostel, kami ceritakan dengan video dan foto-foto. Sambil cengara-cengir kami tunjukkan foto-foto di saxony swizz. Jahat banget ya kitah. Hmm.. gak juga ding.

Eniwei, saxony swizz adalah cagar alam atau national park yang dimiliki Dresden, Germany. Berupa bukit bebatuan, dengan jembatan (Bastei Bridge) yg terkenal diatasnya, menggantung diantara dua batu besar, sekitar dua ratus meter diatas suangai Elbe yang membentang di bawahnya. Entah kenapa namanya ada kata "Swizz" mungkin karena swizz itu terkenal untuk urusan natural view-nya Eropa. Jadi, kalo ada lanscape alam yang menawan, orang akan ingat dengan nuansa alam yang menawan di Swiss kali (versi ngarang). Entahlah.

Oia, satu lagi, awalnya (kalo tidak diajak tiba2 dengan Mr. Sven ini), kami merencanakan untuk pergi sendiri (bersama Tim, ber-6) esok sabtunya, 19 November 2011. Rencana awalnya demikian. Lantaran, saat kami berkunjung sehari ke Prague, Rep Cesk, dua pekan sebelumnya, 5 November 2011. Kami melihat Bastei Brdge itu dari balik kaca kereta kami. Spontan saja saat itu, "sebelum kita meninggalkan Dresden ini, kita wajib kujjungi jembatan itu (saat itu belum tau namanya Bastei)" hufh... Selalu ada keajaiban dari setiap ingin-ingin kami. Subhanllah..

Judul postingan ini sebenarnya adalah judul salah satu hits Owl City. Saya pakai untuk mengiringi (backsound) video diatas. kayanya relevan dengan isi video tsb. Monggoh kalo mau liat liriknya, saya postingkan dibawah ini :

Dreams Don't Turn To Dust

Splashdown in the silver screen,
Into a deep dramatic scene,
I swim through the theatre,
Or maybe I'm just a dreamer!

Like a kite in the bright midday,
Wonder stole my breath away,
Shy sonata for Mercury,
The stars always sing so pretty.

This picnic will soon depart,
Real life, I'm sad to see you go,
I'll miss you with all my heart,
But I'd rather be alone.

'Cause I couldn't live without,
The sunsets that dazzle in the dusk,
So I'll drag the anchor up,
And rest assured, 'cause dreams don't turn to dust!
Dreams don't turn to dust.

I made for the countryside,
And my eyes never grew so wide,
Apple, raspberry, river blue,
I don't wanna leave without you,

In the sound I'll gladly drown,
Into the emerald underground,
And I rub my eyes 'cause it's hard to see,
Surrounded by all this beauty.


This picnic will soon depart,
Real life, I'm sad to see you go,
I'll miss you with all my heart,
But I'd rather be alone.

'Cause I couldn't live without,
The sunsets that dazzle in the dusk,
So I'll drag the anchor up,
And rest assured, 'cause dreams don't turn to dust!

When tiger eyes begin making you blush!
When diamonds boast that they can't be crushed,
Let 'em go 'cause dreams don't turn to dust!

This picnic will soon depart,
Real life, I'm sad to see you go,
I'll miss you with all my heart,
But I'd rather be alone.

'Cause I couldn't live without,
The sunsets that dazzle in the dusk,
So I'll drag the anchor up,
And rest assured, 'cause dreams don't turn to dust!
Dreams don't turn to dust!
Dreams don't turn to dust!
Rest assured, 'cause dreams don't turn to dust.

( From: http://www.elyrics.net/read/o/owl-city-lyrics/dreams-don_t-turn-to-dust-lyrics.html )


Minggu, 22 Januari 2012

Catatan Kecil Pemagangan di Dresden, Jerman


Dresden, 19 November 2011

Kegiatan pemagangan (internship) peserta pelatihan Intermediator berlangsung selama bulan November 2011. Tiga puluh peserta yang tergabung, dibagi dalam beberapa kelompok. Salah satunya ada di bagian Dresden, Saxony. Kota yang terletak di arah tenggara berjarak dua jam dari ibukota, Berlin. Serta berbatasan langsung dengan Republik Ceska di Barat. Peserta yang melakukan pemagangan intermediasi berada di Technische Universitat (TU)-Dresden, Departemen Entrepreneur dan Inovasi, Fakultas Ekonomi. Serta didukung oleh Dresden-Exists, sebuah lembaga jejaring non-profit bentukan pemerintah lokal saxony atas bantuan kementrian federal pendidikan dan teknologi (BMBF) untuk membantu start-up bussiness dan proses inkubasi bagi para wirausahawan muda (young entrepreneur).


Peserta pemagangan intermediasi yang berjumlah enam orang tersebut : Andrie Javs, Febby Ariawiyana, Burhanudin Rabbani, M. Rif’an, Neisya Solaita, dan Intan N. Sutarto. Melakukan rangkaian  kegiatan intermediasi, dibawah tanggung jawab Mr. Sven Schellin (Dresden-Exists). Peserta diajak mengetahui dan berdiskusi langsung dengan praktisi dan CEO yang mendukung alih-teknologi di Dresden, Jerman ini.

Beberapa kegiatan yang dilakukan peserta pemagangan diantaranya. Peserta diajak berkunjung ke Max-Planck Institute (MPI), salah satu institusi riset terkemuka dunia untuk bidang Biologi Molekuler, Sel, dan Genetik. Peserta  melihat langsung dan berdiskusi kondisi basic research di bidang molekuler dalam project kolaborasi peneliti dari berbagai negara tersebut.  Kemudian, TUDAG, institusi yang bergerak dibidang komersialisasi inovasi teknologi. Dibentuk atas inisiasi beberapa alumni yang tergabung dalam asosiasi TU-Dresden. Pekerjaan utama yang dilakukan TUDAG adalah memfasilitiasi invensi hingga paten yang ada pada TU-Dresden, hingga mampu menembus pasar komersial. Terkait dengan paten, peserta pemagangan intermediasi turut diperkenalkan sistem paten dan IPR (industry property rights) yang ada di Dresden dan jerman pada umumnya melalui kunjungan di Patent Information Zentrum Dresden dan Fakultas Hukum TU-Dresden yang konsen dalam riset IPR.


Hal lain yang menarik sekaligus memberikan tantangan tersendiri bagi peserta adalah diikutsertakan dalam rangkain pekan entrepreneur (Grunderfohyer) yang dilakukan oleh Dresden – Exists dan Chair of Lecture Entrepreneur and Innovation (LEI), Technische Universitat-Dresden. Peserta diminta untuk mengisi salah satu mata kuliah umum kewirausahaan, saat itu materi yang dipresentasikan adalah marketing didepan sekitar 100-an mahasiswa dari berbagai latar belakar jurusan di TU-Dresden  (Kamis, 3/11/2011). Kemudian mengisi stand pameran (Selasa, 8/11/2011), saat itu peserta menampilkan produk dan inovasi batik tulis, sebagai warisan budaya Indonesia, didepan mahasiswa, praktisi, institusi pemerintah lokal Dresden. Dan yang tengah dilakukan saat ini, peserta pemagangan mengerjakan projek kompetisi ide bisnis yang dilakukan online dalam bentuk blog (www.gruenderwoche-dresden.de). Tema yang diajukan dalam kompetisi ini “Tissue :  Tantangan yang diberikan pihak penyelenggara adalah membuat sekreatif dan sebanyak mungkin value yang mungkin bisa diambil dari secarik tissue. Peserta pemagangan intermediasi secara umum terkonsentrasi dalam upaya transfer teknologi yang didukung oleh TU- Dresden dan Dresden Exists.



Tulisan ini juga dimuat dalam laman situs resmi Kemenristek RI disini  

Selasa, 08 November 2011

Max planck institute : cerita singkat

Pagi kemarin (7/11) saya ngetweet gini.
"heading to max-plank institute #dresden #intertek2011 "
Karena twitter (@aria_sky) terhubung dengan facebook. Maka, tweet tersebut juga masuk jadi status di fb saya (aria wiyana).

Setelah berselang beberapa saat. Saya cek juga akun fb. Dan terdapat beberapa komentar salah satunya dari sdr riska ayu (@rizuka_sarachsi). Yang katanya pengn banget ke sana. Hee (aku doakan kamu juga bisa kesini,someday yaa nak) *berdoamulai

Maka dengan ini saya ingin berbagi.cerita singkat kunjungan kami ( saya dan lima orang sahabat). Dalam rangkaian internship #intertek2011 di #dresden ini.

Johannstadt

Kami bertemu dengan mr. Sven seperti biasanya di technische universität dresden. Kali ini di halte muchsterplatz, tepat didepan kampus. Perfect, begitu turun dari trem 03 yang kami tumpangi dari albertplatz. Kami bertemu dgn mr. Sven dan putar balik naik trem 03 kembali dan turun di halte dekat kardstat (salah satu kompleks-pusat belanja/mall di dresden). Kemudian pindah naik buslinien 062 menuju johannstad. Sekitar 25 menit dari kardstat tadi.

Sesampainya, saya belum menemukan papan nama penunjuk max-planck yang terkenal itu. Tetapi masuk kawasan kawasan kampus Tü dresden faculty medicine (kya kedokteran gitu kyanya). Lalu berjalan mengikuti Mr. Sven berjalan cepat-cepat. Kami yang langkahnya setengah dari langkahnya harus bergerak cepat-cepat-cepat juga.

Ach so! Akhirnya, ini toh rupanya inatitut riset yang terkenal itu. *mata berkaca-kaca

Dinamika MPI-CBG

Max-planck institute yang kami kunjungi pagi tadi adalah atau fokus dibidang biologi molekuler (cell, biology, and genetic; CBG). Begitu membuka pintu (sebenernya ga perlu dibuka sih, karena dengan baik hati, pintunya sudah terbuka). Suasana yang terlihat adalah meja-meja bulat dangan empat bangku di sisinya. Meja dan kursi untuk minum kopi atau hanya sekedae berbincang singkat. Dan memang demikian, maksud dari desain interior bangunan ini, tutur mr. Florian. Mr. Florian frisch namanya, public relation Mpi-Cbg. Diajaknyalah kami duduk di auditorium, mendengar dan bertanya singkat kegiatan mpi-cbg saat ini. Sekitar 20 menit didalam auditorium tersebut. Diajaknya kami turun satu lantai menuju ruang riset. Rupanya adalah ruang riset untuk.pembenihan zebra fish. Disini para researcher yang adalah phD student dan atau post.Doc, lanjut mr. Florian dipilih 40-45 orang/tahunnya dari 1000an aplikasi yang masuk berasal lebih dari 109 negara.

Melakukan upaya untuk mencari data lebih lanjut tentang sains dasar (basic sains) adalah kekhasan max-planc institute. Sekitar 16 mio euro digelontorkan dari pemerintah federal jerman untuk MPI. Sebagai bentuk dukungan besar pemerintah terhadap kegiatan riset/RnD. Jerman
menempati posisi kedua dunia, soal dukungan dana setelah USA.

Hal menarik lainnya adalah, bagaimana upaya penelitan/riset dengan sumber daya (infrastruktur) dan target dapat dilakukan, meskipun hasilnya terkadang bukan luaran yang diharapkan. We always expected but also ready for unexpected. Mr florian menganalogikan. Seorang colombus berlayar menuju Hindia. Karena mekanisme alam. Ternyata ia mendarat di pulau lain yang ia pikir adalah Hindia. Karena "kesasar" columbus dianggap sukses sebagai penemu benua Amerika. Demikian juga dengan peneliti. 'Hindia' yang ditargetkan namun hasil yang didapat 'Amerika'. Tidak masalah.

Suasana organisasi pun dibuat ringkas. Tidak ada perintah atasan-bawahan. "you do this. And u do that" organisasi dibuat ringkas, tidak ada hierarki, flat. Dengan pembagian seperti kelompok kerja tim, yang bergabung dalam fokus riset yang sama. Sehingga ruang gerak-komunikasi lebih luas dan leluasa untuk bertukar ide. Apa yang sedang dan sudah dilakukan, how was it?! Bahkan, saban jumat sore. Di cafetaria depan pintu masuk. Disediakan wine time dan music, untuk berdiskusi santai. Tentu saja, karena sesama peneliti. Obrolannya pun soal penelitian yang sedang dikembangkannya. Demikian seloroh mr. Florian. Namun inilah keunikannya, bagaimana manajemen MPI. Mampu menghadirkan "kehangatan" untuk menjalin komunikasi apik didalamnya.

Selepas ruang riset 'zebra fish'. Kami diajak naik hingga lntai 4. Tiga lantai menaiki tangga yang dibuat melingkar, dengan kerangkeng kawat. Dugaan saya tepat. Desain tangga tersebut dibuat menyerupai struktur molekul DNA/RNA. Disetiap lantainya terdapat sofa dan meja. Untuk ruang tunggu atau sekadar menyeruput kopi hangat. Pun terdapat ruang untuk small meeting.

Desain interior ini mengakomodasi kelompok-kelompok peneliti. Untuk.bertukar informasi. Pun ketika diajaknya kami berkeliling masuk area lab lantai 4 ini. Deretan lemari berpintu kaca berisi bejana, gelas ukur, erlemenyer. Masuk dalam ruang-ruang para peneliti. Terkagum dengan yang dibalut perlengkapan mutakhir dan layout computerr set yang disekat kaca dengan alat2 lab. Peneliti dibuat nyaman antara peraga dan area menulis hasil. Karena memang luaran utama dari MPI adalah hasil.penelitian / project tersebut dapat dipiblikasi dalam jurnal ilmiah internasional.

International office

Dua blok dari gedung utam empat lantai tersebut. Terdapat sebuah bangunan tingkat tiga. Mengingatkan saya seperti asrama saat kuliah dahulu. Dengan deretan pintu-pintu penanda kamar-kamar.

Mr. Sven dan mr. Florian memberitahukan perihal kedatangan kami. Sebagai peserta magang untuk bidang technology-transfer dari Indonesia. Kepada wanita berambut pirang, yang lebih tinggi dari mr. Florian. Satu satinya orang yang kami temui di.sebuah ruang dilantai dua, bangunan seperti asrama itu.

Kegiatan utama 'international office' ini berbeda dari dugaan Neisya sebelumnya. Adalah membantu peneliti2 untuk dapat mengakses beberapa fasilitas yang diperlukan. Bagaimana prosedur mengurus paspor, visa, atau bahkan dimana dapat menyekolahkan anak-anak yang dibawa ilmuan-ilmuan tersebut selama masa riset di MPI. Bukan untuk mengurus paten dan atau berkunpulnya ilmuan internasional membahas masalah tertentu. Tambah mr. Florian, "it's a boring place" yang rambut pirangnya berponi hanya sebelah kiri, menutupi dahi, hampir menyentuh kacamata retronya yang besar. Seperti anak-anak muda era 80'an.

Dr. Christian Klose

11.45 waktunya lunch. Kembali ke gedung utama di lantai dasar. Terdapat kafetaria dan kantin, yang hanya buka saat sesi makan siang.
Sebelum masuk kantin tersebut. Mr. Sven tampak berbicara dengan koleganya. Seorang dengan roda sepeda di tangan kananya dan jeans yang digulung selutut di sebelah kanannya.

Setelah saya menghabiskan satu croissant dan secangkir kopi hitam, begitu pun dengan kawan yang lain. Entah untuk tujuan apa. Kami ikut saja di belakang mr. Sven, kembali ke lantai 4. Dalam ruangan small meeting untuk 8-10 orang. Meja.oval dan bangku disisinya dan sebuah monitor LCD 32" yang tak lain untuk menunjuk presentasi (biasanya dengan projktor kan O:-)).

Sebuah presentasi dari kordinator project yang menginisiasi teknologi-transfer dari riset yang ada di MPI-BCG ini. Begitu mr. Sven menjelaskan kepada siapa kami akan bertemu hari ini.

Ternyata orang yang ditemui mr. Sven didepan cafetaria siang tadi. Dengan macbook pro. Berbicara tentang lipotype, sebuah inovasi pengujian lemak darah dengan cepat (>5min) dengan bantuan software yang sedang dikembangkan untuk membaca spektrum lipid yang ada dlm darah uji.

Sampai pada, slide team management. Ternyata orang membawa roda sepeda dan bergaya anak muda itu dengan jeans dan kaos agak ketat itu Dr (doktor) Christian klose. I love your style, sir ;-)

Here we are..

Kiri - Kanan : Andri - Me - Intan - Mr. Sven - Burhan - Neisya (special photographer : Rif'an)
Published with Blogger-droid v1.7.4