Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2012

Java-Bali Agroindustrial Fieldtrip TIN43



Masih inget lagu ini : " seminggu setelah kau pergi, kau masih sembunyi..." suara khas Duta, sheila on 7. Terus diputer2 di Bus satu. Tentu yang saya ingat itu, karena saya ada di dalamnya. Saat itu, serombongan, 103 mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dengan jaket almamater khas nya. Memperkenalkan diri dari Fakultas Teknologi Pertanian, jurusan Teknologi Industri Pertanian. Bang Tatang yang saat itu didaulat untuk mengkordinasikan kegiatan besar ini.

Agroindustrial Fieldtrip, itu nama kerennya yang juga disandang untuk proposal, tapi istilah kita "jalan-jalan, makan-makan, tidur-tidur, susah-susah, sempit-sempit,  seneng-seneng bareng Jawa-Bali" dengan 2 armada bus yang mendampingi kami. Ada yg sempet terkunci di toilet umum dekat Ciwalk, Bandung. Ada yang menggaje di bus. Ada yang nyoba cerita sereum tapi gagal. Ada yg duniaaaa gelaaap alias tiduur terooos selama perjalanan. Ada yg mencoba menggombal dengan gitar. Ada yang ngerjain orang pake "asbak". Ada yg bikin tebak-tebakan garing seduniaa. Ada-ada aja deh.

Karena saking Ada-ada aja. Maka kegiatan ini wajibun ada. Sempet pasrah, terbentur, lantaran dana yang terlanjur banyak untuk paket kegiatan ini. Semua kompak, semua jalan, semua usaha. Ada Erlin yang jadi motor nge-danus kripset (kripik setan) di kelas, Bang Yoga dan Aria buat urusan jasa entry data. Bos Rudy yang kesna kemari nyari peluang Danus. Great Job. Semua dilaluin. Keren. Sampai satu kelas ikut. Tercatat hanya dua teman yang gak ikut saat itu dengan alasan tersendiri.

Makasih buat tya yang kereeeen banget buat ngejaga perut kita terus diisi dengan paket konsumsi yang ajib. Termasuk sesaat sebelum nyebrang ke Bali via Banyuwangi. Semper uring-uringan karena belom makan malam. (lupa nama daerahny), setelah PLTU itu kita nongkrong di POM Bensin. Sang komandan konsumsi nan cekatan, berinisitif untuk membelikan perorang Pop mie dan minum. Thanks berat tya. Temen-temen yang juga nyediain rumahnya untuk disinggahi, sekaligus ngasih suguhan ajib Mas Aria saat di Ungaran sebelum ke PTPN pala. Terus ada, mba Norma (akhirnya ketemu juga dengan kembarannya Nirma) di Gresik sebelum ke Pupuk Petrokimia Gresik dan PT. KML. Lanjut ada bli Syahrun, ajib banget dah Bali juga punya jalan-jalan berkelok-menanjak kaya di Nagrek-di Singaraja, Bali. Big Thanks for you guys!

Di Bali, seru-seruan makin meggila, ditambah pemandu-nya yg berceloteh terus, alih-alih ternyata ada unsur-unsur yang bisa dimengerti oleh segelintir orang. Thanks buat Budi, Hamka, Ari, Aziz, yang dah buat kita "connected" sama si Bli-Bli itu (waduh namanya bli siapa ya?). Terus ada yang tiba-tiba 'menghilang' dari rombongan saat tema2 yg laen seru2an naek banana-boat, snorkling, ataupun cuman maen bola plastik di atas pasir pantai, yang laen -yang gak ngapa2in, duduk aja sambil tentu saja, futu-futu-unyuu (apadeh).

Bali, hmm... saat matahari mulai tenggelam,  saat mega mulai menampak di garis batas, Jingga. Di Pantai kuta, kita pernah bersama, membentangkan spanduk hasil design bang Ago. Ditiup angin pantai. Saat itu belum trending istilah "galau". Dan memang saat itu gak boleh ada yang galau. Harus Asyik. Harus seru! Have fun go mad. Saat matahari yang sedari siang membakar, senja itu menampak merona. Menggenggam dalam cahaya. Seperti bang Jae yang mengabadikan dalam foto "menggenggam matahari" awesome!

hah, apa lagi yaa.. Big Thanx buat semua-muanya! TINers 43. Kompak. Prod of You! Proud to be agroindustrialist! kalo waktu jaman MPF/MPD kalo ada yg masih inget (komti kita part 1, bung Randi) berujar " kenapa saya memilih masuk IPB? karena saya (kami) bertanggung jawab untuk memberi makan 210 juta masyarakt indonesia!(melalui pertanian)"
Dan kita tahu, kita sekarang sudah menapak masa pasca-kampus. Saat kegemilangan di Kampus dijadikan dasar atau pendahuluan, menemukan jati diri di era seprti sekarang kita tapaki bersama #tsaah #sisiranponi
Termasuk bekal atas perjalanan hebat kita selama 10 hari ini (9 -19 Februari 2009). Semua kenangan ini bukan hanya kenangan. Masi inget jargon kita?! TIN : tin..tin..we are T, we are I, we are N, we are TIN jaya. Versi lainnya: T, tumpak tingting I, tumpaktingtin N, Te I eN, haha. (lupa aye juga redaksinya). Yang pasti Jargon awal kita tetep : We are not superman, We are Superteam. !!


Laman video- slideshow foto2nya- bisa dilihat dimari :
 http://www.4shared.com/video/A8ZdbU_s/tin43ft.html
(bisa di preview kok, karena filenya cukup gede sekitar 67 MB, format .flv, khawatir jd melemotkan bandwith yg ada, kecuali pake koneksi WI-fi dewa. Monggoh di sruput, durasi 18men it54detik)

Minggu, 22 Januari 2012

Tingkah Polah Super Hero (dalam keseharian)

Harry Potter ngerepotin orang juga ya... :)
Peter Parker pas jamannya kuliah, (jangan di tiru ya..:) 

Mereka pun tidak lepas dari problematika dunia kampus. #kemudianhening 

Senin, 29 Agustus 2011

Alasan Gw..Wisuda(h)an (bag. 3)

Balik lagi soal rencana gw nulis "Alasan Gw di bagian ke .3 yang elo -elo udah pada tw, coz sempet gw bocorin isinya di postingan sebelumnya.

yup. gw mo cerita soal Wisuda(h) gw (klo ada yang nanya kenapa pake (h) , itu dibaca wisudah, kalo dipenggal jadi wis-udah artinya yaudah, puyeng ga lo?)

setelah gw dapet SKL pada 30 Maret 2011 itu. Esoknya 31 Maret 2011, betuul atau betuuul *gaya ust. Alm Zainudin MZ.

and the stories began


#sesuatubanget deh di hari ini, begitu gw pikir, setelah solat subuh, gw gak tidur lagi. Mandi, pake baju rapiih, kemeja berlengan panjang (emak, hari ini anakmu mo daftar wisuda, dan di foto buat ijazah, doakan aku ya mak :) 


gw bersemangat banget dah saat itu, secara gw dah diujung penantian, kabarnya tersedia 10-15 jatah kursi/quota buat wisuda nanti. jangan sampe deh. gara2 telat daftar, gw gajadi diwisuda (padahal SKL dah ditangan). bibip, SMS masuk dari @erateiha_ mengabarkan kalo @sandra_mariska dah sampe di depan loket daftar wisuda. gw liat jam 6.30. 




cepe deh... sampe sanah masih sepi cuma ada @sandra_mariska dan gw.


setelah itu baru datang @erateiha_ dan @namidamara ; Nunggu sampe jam 8.00 loket baru dibuka. Sambil memastikan berkas pendaftaran sesuai yang disyaratkan. Apa aja tuh beib? pokoknya rempong deh.


1. Bukti Bayar Wisuda ke BNI Rp. 525,000 (ini syarat utama, gak bayar gak boleh ikut! )
2. Surat Keterangan Lulus dari Fakultas (beres dah ditangan)
3. Fotokopi Ijazah SMA (beres )
4. Transkrip akhir Nilai akademik (termasuk nilai skripsi, beres)
5. Surat tanda bukti bebas pustaka perpustakaan LSI (dah dari oktober 2010 dah gw ambil, saking semangat membaranya gw, setelah itu gw sadar, klo gw gabisa masuk ke perpus lagi)
6. lembar pengesahan skripsi yang ditandatanganin dosen PA, ketua departemen, dan stempel fakultas (asli, rebes )
7. Lembar abstrak skripsi berbahasa Inggris, dan
8. Form isian wisuda termasuk foto 3x4 B/W didalamnya (dah dari maret, sebulan yg lalu gw ambil dan isi)


okeh, semua beres dalam satu map! tinggal ditukarkan dengan no. urut wisuda(h). Dan inilah saudara-saudara no sakti itu yang membuat gw berhak di wisuda.


no urut wisuda gw


sebagai apresiasi kepada @sandra_mariska, doi dapaet nomor 790, berturut-turut gw, @erateiha_ dan @namidamara : 791-793 (masih tersisa 7 quota lagi, mari bung rebuut kembalii..)


setelah no urut wisuda diberikan (dengan senyum ramah kepada bapak penjaga loketnya gw bilang: makasih ya pak, waktu itu belom trending frase #Sesuatubanget,,). Gw disuruh ke ruang sebelah, buat photo session (ampuun DiJE, whatt?! serasa artis aja loh?). Mo gimana lagi, inilah poto terbaik gw, secara formal. jadi gw kudu prepare. yoi mameen,,, dan inilah hasilnya bangbro 
*sori bagi yang puasa, kalo agak mual, mending langsung minum aja yah (saransesatdanngasal)


Gw dan jas almamater IPB
(bersambung)

Kamis, 02 Desember 2010

Reorientasi Sistem HKI untuk keadilan Pertanian Indonesia *

Kasihan sekali bapak tukirin dan teman-teman, petani kecil asal kediri pada 2005 lalu yang melakukan inovasi untuk memilih dan memilah indukan jagung Hibrida kemudian memproduksi dan mengedarkannya dikalangan petani (sekitar). kemudian ditangkap polisi, diadili, dan dihukum 6 bulan karena didakwa melanggar UU 12 / 1992 pasal 14 dan 61.

Bapak tukirin dalam ilustrasi diatas merupakan fenomena dalam masyarakat keseharian. Saat petani kecil ingin membantu petani lainnya dalam pendayagunaan hak atas pertanian. Lalu bagaiman ceritera tersebut berawal?

Pembangunan Pertanian di Indonesia segaimana terjadi di seluruh belahan dunia merupakn upaya untuk menjaga ketahanan pangan (food security). Dalam bahasa yang lebih sederhana, urusan pertanian menjadi urusan perut, sebagai kebutuhan primer. Akses pangan pada setiap waktu memungkinan pangan dapat diakses dimanapun produksi. Ketersediaan pangan yang berbeda di beberapa negara menjadikan perdagangan internasional menjadi satu keniscayaan. Adanya perdagangan Internasional tersebut memungkinkan adanya praktek liberalisasi. Tengok saja sejarah bagaimana terbentuknya WTO, Organisasi perdagangan dunia melalui perjanjian yang disebut putaran uruguay (1986).

Urusan pangan menjadi elemen penting dalam produksi dan pertukaran komoditas pertanian dunia. Lalu dari sana muncullah kesepakatan pertanian (AoA) yang berisi tentang penurunan dukungan negara terhadap  sektor pertanian, peningkatan akses pasar untuk impor pertanian, dan pengurangan subsidi ekspor. Salah satu perjanjian tersebut adalah the Agreement on Trade-related Aspects of Intelectual Property Rights (TRIPS) yang menjadikan komoditasa pertanian dapat memungkinkan mendapatkan perlakuan atau perlindngan istimewa berupa hak paten.

Pada tahun 1960an negara-negara berkembang dunia seperti Indonesia merupakan pemain utama dalam eksportir produk pertanian. Namun menjelang tahun 1980-1990 bergeser menjadi importir. Bahkan sekitar 70% negara berkembang tergantung impor pangan, sementara negara besar menjadi penguasa produksi dan perdagangan dunia. Dalam data FAO yang dikeluarkan pada tahun 2008 lalu. indonesia tercatat menjadi negara pengimpor produk pangan kedua terbanyak setelah Mesir dengan nilai mencapai impor mencapai 7,72 juta ton pertahun. Kemudian disusun maroko, filipina, dan irak masing-masing di posisi tiga hingga lima. 

Kembali soal TRIPS dalam WTO tersebut menyebutkan sebagian besar negara berkewajiban menyediakan standar minimum dalam perlindungan HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). Lalu apa hubungannya paten tersebut dengan neraca perdagangan dunia tersebut. Dalam hal ini plant breeders’ right : hak elemen terpenting dalam usaha pembenihan. Sebenarnya petani memiliki kedaulatan atas pengusahaan benih. Benih tersebut kita tahu akan menentukan 60 % kagagalan atau kesuksesan pertanian. Sehingga bila urusan benih saja diakuasai oleh pihak seperti perusahaan swasta, hak atas kedaulatan petani menjadi berkurang. Lalu sebenarnya petani seperti apa yang disebut berdaulat. Dalam definisi FAO (1999) disebutkan hak atas petani adalah hak untuk menggunakan (to use), merubah (to exchange) dan penggunaan areal dan varietas benih bebas tanpa paten. Kenyataanya riset dan pengembangan benih yang ada dikuasai oleh perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang perbenihan. Sebut saja perusahaan sekelas Cargill, Archer daniel Midland (AMD), BASF, dan Monsanto  yang bermain dalam 90% perdagangan pangan dunia. Untuk benih lebih dari 99% dikuasai oleh perusahaan MNC dan 90% diantaranya dikuasai oleh Monsato. Lalu siapa yang diuntungkan ? dari penjualan benih MNC mendapatkan keuntungan 21-54% belum lagi dari perdagangan pangan yang mencapai 180%.

Bagaimana upaya untuk mengantisipasi hal ini? Diperlukan adanya upaya pembangunan yang berorientasi ke petani. Kasihan petani kecil di desa yang selalu saja mengalami kerugian setelah panen melimpah. Upaya untuk merubah paradigma tersebut memang terlihat klise. Namun perlu adanya reorintasi kearah sana. Ledaulatan pangan yang kita saat ini dengungkan seharusnya dilakukanatas daras pertanian agro-ekologi yakni model pertanian yang berpusat di komunitas dan keluarga. Kemudian adanya upaya terhadap akses sumberdaya produktif dengan petani sebagai pelaku utam dalam sumber daya lahan, air dan reforma agraria.

*Merupakan resume kegiatan dalam seminar HKI dan masa depan pertanian Indonesia,
23 Februari 2010 di IPB

Sabtu, 27 November 2010

Desa mandiri 2045

Desa Mandiri 2045 itu apa yah maksudnya?


sebuah spanduk tergantung diatas perpustakaan LSI IPB. Dengan tagline " kita ciptakan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa?"